Langsung ke konten utama

Anggapan Trader Saat Trading Forex

Rp 00.00
Masih ingat karakter "Olaf" pada film "Frozen" beberapa waktu lalu? sosok boneka salju yang ingin sekali merasakan hangatnya musim panas dengan tiduran dipinggir pantai nan indah. Padahal kita tahu ia akan meleleh setiap suhu disekitarnya meningkat.

Hal itu mirip dengan trader pemula dan baru mengenal dunia forex. Saat itu yang dibayangkan ketika sedang main forex adalah transaksi menghasilkan banyak uang. Sekali klik, dollar mengalir deras ke rekening. Pekerjaan cukup mudah dan juga prestisius karena profesi trader belum banyak diketahui orang.

Mereka berpikir hanya tinggal beli mata uang tertentu lalu menunggu sampai harga naik sehingga keuntungan bisa didapatkan. Sebagian dari kita mengetahui informasi trading forex dari internet. Mungkin sebelum terjun ke bursa, banyak informasi yang kita dapatkan hanya setengah-setengah. Adanya iklan broker forex menjanjikan keuntungan fantastis, atau cerita dari orang-orang yang telah mendapatkan hasil ribuan dollar dari transaksi ini menjadi pertimbangannya. 

Sehingga saat memulai trading forex, trader tidak memiliki persiapan yang cukup. Hasilnya mereka akan gagap menghadapi market dan menjadi shock ketika ia mengalami kerugian beruntun. Kenyataan tidak sesuai dengan harapan bahwa berdasarkan statistik 95% trader baru akan bangkrut, ini karena trader sama sekali tidak tahu apa-apa.

Gambar 1. Olaf 

Jika sudah menyadari hal demikian maka segera ambil sisa modal Anda dan jangan menambah modal lagi kepasar. Ambil satu keputusan, biarkan modal tersimpan dulu atau market akan menghabiskan uangmu. 

Tanpa menyalahkan orang lain atau siapapun yang telah memperkenalkan trading forex kepada kita, alangkah baiknya justru terus mempelajarinya. Ibarat kata sudah jatuh dan tercebur ke air, sekalian saja menyelami dan mempelajari semuanya. 

Mungkin ini adalah awal karir kesuksesan Anda. 20 tahun kemudian Anda akan menyesal kenapa tidak trading forex sejak usia belia. Maka dari itu, perbanyaklah belajar dan mencapai puncak kesuksesan.  

Komentar

  1. ” then the opposite pupil would choose a card within the asking students hand and say “I’d like _____.” Repeating with the opposite partner so that each pupil would receive a card. Once everyone was finished, I would then reveal excessive playing cards or low win utilizing the presentation. Then the students would verify the numbers at the backside of the cardboard and compare with their partner. The pupil with the highest/lowest number would win that spherical. Another curious reality to notice is that some wheels feature a brake, which can gradual the rotation of 우리카지노 the wheelhead.

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah membaca Artikel ini. Bagi yang Share dan Comment saya doakan semoga dimudahkan usahanya, dan berlimpah rejekinya. Amin

Postingan populer dari blog ini

Periklanan

Rp 00.00

Tukang Batu

Rp 00.00

Level 3

Rp 00.00